Belajar dari Masa Lalu demi Kita yang Bersatu

Dalam pidato terakhirnya, Bung Karno berpesan kepada kita semua, “jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” atau lebih dikenal dengan singkatannya, Jas Merah. Banyak makna di balik pesan tersebut. Komitmen menjaga persatuan bangsa, menghargai jasa para pahlawan, atau belajar dari kesalahan masa lalu. Intinya, lupa sesekali tidak apa-apa, asal jangan ditinggalkan, ya!

Pada 17 Agustus 1966, Presiden Soekarno menyampaikan pidato kepresidenannya yang terakhir. Di dalamnya, beliau menekankan pentingnya menghargai sejarah. Menghargai masa lalu, agar tidak terulang kembali kesalahan yang dulu. Kini, giliran kita menjaga amanah tersebut.

Harian Kompas merilis koleksi buku bertemakan sejarah dan politik. Membahas lika-liku masa lalu bangsa, mengintisari makna yang ada di dalamnya. Ada buku “Di Balik Reformasi 1998” karya Laksamana Sukardi. Buku “Giyugun” karya sejarawan Aiko Kurasawa. Ada juga buku “Operasi Rahasia CIA 2” karya Hendri F. Isnaeni. Dapatkan bukunya di Gerai Kompas atau di akun resmi Harian Kompas di marketplace pilihan. Khusus buat Anda, kami berikan diskon 30% selama periode 13-31 Mei 2024. Jangan sampai kehabisan!

Kumpulkan poin Gerai, belanja sekarang!

Dapatkan gratis ongkir

Dapatkan gratis ongkir dan ekstra cashback